Pages

Welcome to Basketball Spirit

Get all the exciting news about basketball here

Minggu, 31 Oktober 2010

Kisah Sepatu Basket


Sejak dibangku SMA saya menjadi seorang penggemar olahraga bola basket, berbagai kejuaraan bertaraf lokal, regional, maupun nasional pernah saya ikuti. Satu hal yang sering melekat dimata orang awam tentang penggemar bola basket, yaitu sepatu yang mahal. Saya sendiri bukan berasal dari keluarga berada yang mampu membeli sepatu berharga ratusan bahkan jutaan rupiah pada saat itu. Sewaktu SMP, sejak saya menyukai olah raga bola basket, saya hanya menggunakan sepatu dengan merk “Warrior” seharga Rp. 8.000,- sepasang, bila menggunakan sepatu ini pada saat siang hari, sangat-sangat tidak nyaman, karena sepatu menjadi terasa sangat panas.

Menginjak SMU saya mulai bisa mengenakan sepatu yang cukup mahal harganya, saya beli dari tabungan saya semasa SMP. Kala itu saya membeli sepatu Nike Air Max Basket second hand. Bila dengan harga normal dijual 350 ribu, barang second hand saya beli dengan harga 150 ribu. Dengan sepatu ini semasa SMA, saya sempat mengikuti kejuaraan nasional, dan menjuarai kejuaraan lokal dan regional. Pada saat SMU ini pula saya sempat menjadi pedagang sepatu second yang saya peroleh dari pedagang langganan saya, yang saya jual kembali dengan mengambil untung kepada teman-teman yang membutuh kan sepatu murah. Laba dari jualan sepatu, saya pergunakan untuk membeli sepatu lagi untuk saya pakai. :D

Sampai suatu ketika saya terluka cukup parah ketika latihan dan harus berhenti bermain basket selama 3-4 bulan, jari telunjuk tangan saya robek cukup lebar karena terkena benda tajam di ring hingga memerlukan 15 jahitan. Sungguh menyiksa dan sangat membuat frustasi. Dan saat itu pula mimpi-mimpi saya untuk menjadi pemain basket dan hidup dari basket berakhir, sebagian telunjuk kanan saya sampai sekarang mati rasa.

Kenyamanan, itulah yang saya cari ketika membeli segala sesuatu, termasuk sepatu. Berbagai merk pernah saya coba, Adidas, Reebok, Tomkins, kontour kaki saya yang cenderung memanjang dan langsing lebih cocok menggunakan sepatu dengan merk Nike. Mahal ? Tidak juga, kurang lebih sebanding dengan kenyamanan yang kita dapatkan, dari pada membeli sepatu dengan harga 100-200 ribu tapi tidak nyaman dan tidak awet dipergunakan.

sumber: http://pupungbp.erastica.com/daily/kisah-sepatu/

Minggu, 24 Oktober 2010

Bola Basket Baru, Semangat Baru


Beberapa minggu yang lalu, setelah melalui beberapa pertimbangan, akhirnya saya beli juga bola basket baru. Maklum selama ini saya selalu ikut nebeng (bolanya) kalo main basket. Kenapa sih olahraga basket ? Karena menurut saya olahraga basket merupakan olahraga yang murah dan merupakan perpaduan dari berbagai macam olahraga. Alasan lainnya sih supaya berkeringat, dan memang karena saya sendiri sudah cinta mati sama olahraga ini. Lebih baik olahraga kan daripada mikirin gosip artis yang kawin cerai, skandal pejabat, foto bugil artis, atau video porno pelajar yang marak beredar.

Setelah keliling sana, dan keliling sini, akhirnya saya menemukan bola basket murah yang oke. Baik itu dari bahannya, dan yang paling penting dari harganya. Setelah saya coba dribble sedikit, ternyata lumayan enak di tangan (dan di lantai).

Dengan harga Rp.130.000,- menurut saya ini bola kulit yang murah dan meriah. Karena selama ini apabila saya ingin beli bola, selalu terbentur masalah dana. Kebanyakan bola kulit di pasaran (apakah asli atau imitasi) selalu di harga 250.000 s/d 500.000. Jadinya keburu ngeri duluan sebelum beli. Atau malah jangan-jangan nanti sesudah beli mahal-mahal, malah sayang bolanya gak dipakai. Kan sayang.

Terlepas dari harga murah meriah ini. Bola yang bermerk Spalding ini, apakah asli atau palsu, atau imitasi (saya gak mau ambil pusing), yang penting enak di genggaman, dan enak juga dipakai main. Malah waktu itu teman smu saya juga ikutan nyoba.
Sudah dulu ah postingnya. Nanti saya sambung dengan cerita basket yang lebih seru lagi.

sumber: http://gratis-freeurmind.blogspot.com

Sepatu Jordan, Koleksi dan Sepatu Lainnya

Baca blog teman smu ku dulu, jadi teringat waktu smu pengen-pengennya beli sepatu Jordan. Eh akhirnya kebelinya pas waktu kuliah. Jaman SMU dulu memang lagi giat-giatnya basket, ikut pertandingan ini, itu, sana, sini, gak ada capeknya.

Barangkali PBP ingat banget waktu itu, apalagi pas jarinya sobek, saya ada waktu itu di lapangan basket. Pengen ngasih lihat koleksi sepatu ku sih, cuma belum sempet di foto. Ntar deh di postingan lainnya, aku masukin.
Sekarang koleksi sepatu basketku diantaranya Air Jordan XIII, T Mac-5, Kobe Huarache, dan Nike Shox (tipenya lupa).

sumber: http://gratis-freeurmind.blogspot.com

Basketball is My Life


Pengen posting hal yang berbau olahraga, bingung juga. Soalnya kalo ngambil dari pengalaman pribadi, yang aku bisa cuma basket. Kalo bukan cerita pribadi sih, banyak diantaranya moto gp, dan sepak bola.
Tiap minggu pagi, di kota ku ada tempat buat main basket. Ada dua lapangan sih, jadi cukup buat yang pengen basket sekampung...he..he. Pengenny sih maen kaya Michael Jordan, tapi bagaimana, keinginan ada, tenaga dah berkurang.
Setelah demam And1 dengan streetball nya mewabah kemana mana, jadi pengen juga nih maen streetball, cuma kendalanya ya, kalo cuma 1 orang susah. Kasihan rekan-rekan kita, yang pengen maen basket biasa, jadinya setengah-setengah deh, maen biasa plus sedikit streetball...he..he. Yah mau gimana lagi.

ps.buat temen2 ku, sorry gambar kalian
ikut nampang,kali aja jadi selebritis...wekekek.
foto : Nikon coolpix 2 mp.

sumber: http://gratis-freeurmind.blogspot.com

La Lakers Juara, Kobe MVP


Pembuktian Kobe Bryant terjadi 15 Juni 2009, saat Los Angeles Lakers menghantam Orlando Magic 99-86 pada final NBA, sehingga skor 4-1 untuk kemenangan Los Angeles Lakers.
Malam itu menjadi malam yang indah bagi Kobe Bryant. Kobe mengemas skor 30 point, 6 rebound, 5 assist, dan yang paling penting ia meraihnya tanpa Shaquille O'Neal. Memang sebelumnya terdengar suara-suara sumbang yang menyebutkan bahwa Kobe Bryant tidak mampu meraih juara NBA tanpa bantuan O'Neal.

Bagi Kobe Bryant, keberhasilan ini membuat ia mengkoleksi cincin juara yang ke empat, satu dibawah Magic Johnson(5) dan dua dibawah Michael Jordan(6).

Selamat La Lakers, Bravo Kobe Bryant.

picture from : theage.com.au , tvbythenumbers.com , mcdowellnews.com
nbcsports.msnbc.com

sumber: http://gratis-freeurmind.blogspot.com

Minggu, 17 Oktober 2010

Holcombe Rucker Playground, Pusat Streetball Dunia


Jikalau kalian banyak duit atau beruntung bisa ke New York dan senang main basket, kandang New York Knicks , Madison Square Garden, bukanlah satu-satunya tempat menarik untuk dikunjungi. Ada satu tempat keren lain yang sangat-sangat patut dipelesiri. Holcombe Rucker Park.

Holcombe Rucker Playground adalah sebuah lapangan basket luar ruang di New York yang terletak di sebelah utara 55th Street dan berseberangan dengan Frederick Douglass Boulevard dan Harlem River Drive di Harlem. Kalau naik kereta, kita bisa ke sana naik kereta jurusan B atau D, turun di lokasi bekas Polo Ground. Masih bingung? Bertanyalah!

Masih nggak akrab dengan Holcombe Rucker Park? Mungkin kalian lebih tahu dengan nama Rucker Park atau The Rucker. Rucker Park selama lebih dari empat dekade menjadi tempat bertemunya para pemain profesional NBA dan para pemain basket jalanan. Baik untuk main-main basket biasa hingga kompetisi yang sangat ketat.

Siapa saja pemain top NBA yang pernah bertualang di The Rucker? Legenda-legenda seperti Wilt Chamberlain, Kareem Abdul-Jabbar, Nate Archibald, hingga Stephon Marbury dan Kobe Bryant. Rucker Park juga menjadi tempat di mana beberapa pemain yang diakui sangat jago namun menolak untuk bermain di liga profesional. Mereka menjadi legenda streetball. Misalnya Richard “Pee Wee” Kirkland, dan Joe “The Destroyer” Hammond.

Satu hal yang lebih menarik bagi saya tentang Rucker Park adalah penamaannya yang diambil dari nama seseorang yang bernama sama, Holcombe Rucker. Ia adalah seorang pecinta basket jalanan sejati. Pada tahun 1947 ia memulai sebuah turnamen basket di Harlem dengan nama Rucker League. Moto dari turnamen ini adalah “Each One, Teach One”. Moto ini menekankan penggabungan antara olahraga, kesenangan, dan pendidikan. Para peserta ditekankan untuk menjadi seseorang yang rajin membaca buku, menyelesaikan PR dari sekolah, dan meningkatkan prestasi pendidikan sekolah mereka. Selama beberapa kali penyelenggaraan Rucker League, Holcombe Rucker membantu setidaknya 700 orang anak mendapatkan beasiswa pendidikan.

Atas jasa dan dedikasinya, pada tahun 1974, walikota New York mengganti nama lapangan yang sebelumnya bernama P.S. 156 Playground menjadi Holcombe Rucker Playground. Bagi para streetballers, lapangan ini adalah pusatnya streetball di dunia.

Holcombe Rucker Playground a.k.a. Rucker Park kelak akan kembali menjadi tujuan saya saat ke kota Big Apple itu.

Majalah Basket Paling Keren di Amerika Serikat


Bagaimana lu bisa ngaku senang main basket tapi nggak pernah baca majalah Slam Indonesia? Ini adalah salah satu majalah basket paling keren di Amerika Serikat dan tentunya paling pol di Indonesia (secara belum ada majalah basket lain). Nggak perlu ditanyain kalau masalah isi. Yang jelas obrolan saat main basket bisa terus update.

Harganya 30 ribu. Mahal? Lu bisa patungan bedua, betiga, satu tim basket, terus baca gantian atau suruh satu temen untuk baca keras-keras. Istirahat dulu ngerusak paru-paru lu selama 3 hari dan ganti dengan materi basket yang segar buat kepala. Mudah kan?

 
Resistance Bands by Free Blogger Template